Showing posts with label studying ekonomi. Show all posts
Showing posts with label studying ekonomi. Show all posts

Saturday, 3 October 2015

Apa perbedaan PDB , PNB, NNI, NNP, PI dan DI

1. Produk Domestik Bruto (PDB)/Gross Domestic Product (GDP)


Sebelum kita dapat menghitung pendapatan nasional terlebih dahulu kita harus tahu apa yang dimaksud dengan Produk Domestik Bruto (PDB)/Gross Domestic Product (GDP), karena PDB merupakan salah satu instrumen penting untuk dapat menghitung pendapatan nasional. PDB merupakan nilai dari akhir keseluruhan barang/jasa yang dihasilkan oleh semua unit ekonomi dalam suatu negara, termasuk  barang dan jasa yang dihasilkan warga negara lain yang tinggal di negara tersebut.

Penghitungan nilai PDB dapat dilakukan atas dua macam dasar harga yaitu :
  1. PDB atas dasar harga berlaku, merupakan PDB yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tersebut. PDB atas dasar harga berlaku berfungsi untuk melihat dinamika/perkembangan struktur ekonomi yang riil pada tahun tersebut.
  2. PDB atas dasar harga konstan, merupakan PDB yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tertentu. PDB atas dasar harga konstan berfungsi untuk melihat pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Contohnya jika kita ingin mengetahui berapa persen kenaikan PDB dari tahun 1998, 1999 dan tahun 2000, karena nilai/harga suatu produk tiap tahun berubah-ubah maka kita harus mengubah nilai PDB tahun 1998 dan 1999 dengan dasar harga tahun 2000 sehingga akan terlihat dengan jelas besaran kenaikan dari tiap tahunnya.

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Pembangunan suatu daerah dapat berhasil dengan baik apabila didukung oleh suatu perencanaan yang mantap sebagai dasar penentuan strategi, pengambilan keputusan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. Dalam menyusun perencanaan pembangunan yang baik perlu menggunakan data-data statistik yang memuat informasi tentang kondisi riil suatu daerah pada saat tertentu sehingga kebijakan dan strategi yang telah atau akan diambil dapat dimonitor dan dievaluasi hasil-hasilnya. Salah satu indikator ekonomi makro yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan di suatu daerah dalam lingkup kabupaten dan kota adalah Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB kabupaten/kota menurut lapangan usaha (Industrial Origin).

Penghitungan PDRB diperoleh melalui tiga pendekatan :

A.   Pendekatan Produksi
Dalam pendekatan ini PDRB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu (satu tahun). Unit produksi dalam penyajiannya dikelompokkan dalam 9 sektor atau lapangan usaha yaitu:
1) Pertanian.
2) Pertambangan dan Penggalian.
3) Industri Pengolahan.
4) Listrik, Gas, dan Air Bersih.
5) Bangunan.
6) Perdagangan, Hotel, dan Restoran.
7) Pengangkutan dan Komunikasi.
8) Jasa Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan.
9) Jasa-jasa. 

B.      Pendekatan Pengeluaran
Menurut pendekatan pengeluaran, PDRB adalah penjumlahan semua komponen permintaan terakhir, yaitu:
1)  Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari untung.
2)    Konsumsi pemerintah.
3)    Pembentukan modal tetap domestik bruto.
4)    Perubahan stok.
5)    Ekspor neto, dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Ekspor neto adalah ekspor dikurangi impor.

C.      Pendekatan Pendapatan
Menurut pendekatan pendapatan, PDRB merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Balas jasa faktor produksi yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan. Semua hitungan tersebut sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.
Dalam pengertian PDRB kecuali faktor pendapatan, termasuk pula komponen penyusutan dan pajak tidak langsung neto. Jumlah semua komponen pendapatan ini menurut sektor disebut sebagai nilai tambah bruto sektoral. Produk domestik bruto merupakan jumlah dari nilai tambah bruto seluruh sektor (lapangan usaha).
Dari 3 pendekatan tersebut secara konsep jumlah pengeluaran tadi harus sama dengan jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dan harus sama pula dengan jumlah pendapatan untuk faktor-faktor produksinya. Selanjutnya produk domestik regional bruto yang telah diuraikan di atas disebut sebagai Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar, karena mencakup komponen pajak tidak langsung neto.


3. Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP)

Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri, tetapi tidak termasuk warga negara asing yang tinggal di negara tersebut, atau dengan kata lain PNB/GNP adalah jumlah Produk Domestik Bruto ditambah dengan pendapatan neto dari luar negeri (penghasilan neto) adalah penghasilan dari warga negara yang bekerja di luar negeri dikurangi penghasilan warga negara lain yang bekerja di dalam negeri).

Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

PNB = PDB + Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Factor Income from Abrood)

di mana,
·         PNB =  Produk Nasional Bruto/Gross National Product (GNP)
·         PDB =  Produk Domestic Bruto/Gross Domestic Product (GDP)
·        Pendapatan  Neto  = Pendapatan dari warga negara yang tinggal di luar negeri dikurangi pendapatan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri

Contoh :
Hardi warga negara Indonesia, bekerja di Indonesia dengan pendapatan Rp2.000.000,00 Paul warga negara asing tinggal dan bekerja di Indonesia, pendapatan Rp3.000.000,00 Ali warga negara Indonesia tinggal dan bekerja di luar negeri dengan pendapatan Rp1.000.000,00.

Maka PDB (GDP) = pendapatan Hardi + pendapatan Paul = Rp2.000.000,00 + Rp3.000.000,00 = Rp5.000.000,00.
Penghasilan Neto = pendapatan Ali − pendapatan Paul = Rp1.000.000,00  − Rp3.000.000,00 = -Rp2.000.000,00,
dengan menerapkan rumus di atas dapat kita ketahui PNB adalah:
PNB (GNP)   = PDB + Penghasilan Neto
          = Rp5.000.000,00 + (- Rp2.000.000,00)
          = Rp3.000.000,00

4. Produk Nasional Neto (PNN)/Net National Product (NNP)

Sering disebut pula Net National Product atas dasar harga pasar yaitu GNP dikurangi depresiasi/penyusutan atas barang modal dalam proses produksi selama satu tahun.

Persamaan matematiknya:
NNP = GNP - Depresiasi
Contoh:
Pada tahun 2003 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.007.191,1 milliar rupiah dan depresiasi/penyusutan sebesar 104.337,9 milliar maka:
NNP       =  2.007.191,1  − 104.337,9
   =  1.902.853,2 milliar

5. Pendapatan Nasional Neto/Net National Income (NNI)

Juga sering disebut Net National Product (NNP) atas dasar biaya faktor produksi atau Pendapatan Nasional Neto atau Net National Income (NNI) adalah NNP dikurangi pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah, atau jika kita menghitung dari GNP dapat kita rumuskan:
    
NNI = GNP - Depresiasi - Pajak tidak langsung
Contoh:
Pada tahun 2003 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.007.191,1 milliar rupiah, sedangkan depresiasi/penyusutan sebesar 104.337,9 milliar dan pajak tidak langsung dikurangi subsidi sebesar 85.272,2 milliar maka:
NNI        =  2.007.191,1  − 104.337,9  − 85.272,2
   =  1.817.519 milliar

6. Pendapatan Perseorangan/Personal Income (PI)

Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Pendapatan nasional tidak semuanya diterima oleh pemilik faktor produksi karena ada sebagian pendapatan yang tidak dibagikan antara lain: laba yang ditahan, pajak perseorangan, iuran jaminan sosial dan transfer payment/bantuan sosial (misalnya untuk masyarakat miskin, penyandang cacat, veteran, dan lain-lain).

Rumusan untuk menghitung PI adalah:
PI = NNI - (Laba ditahan + pajak perseorangan + iuran jaminan sosial + transfer payment)

7. Pendapatan Disposibel/Disposible Income (DI)

Disposible Income adalah Personal Income setelah dikurangi pajak langsung (misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya). Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun ditabung.

Rumusan untuk menghitung DI adalah: 


DI = PI - Pajak Langsung

Tabungan (saving) yang disimpan di lembaga keuangan resmi (Bank) akan dapat menambah pendapatan nasional karena, saving ini akan dimanfaatkan untuk investasi, lewat investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat.

Jika penjelasan tentang pendapatan nasional kita buat urutan akan terlihat seperti di bawah ini:


GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:



1.
GDP

RP. 100.000,-


Pendapatan Neto dari luar negeri

RP.   10.000,-
(-)





2.
GNP

Rp.   90.000,-


Depresiasi/ Penyusutan

Rp.     5.000,-
(-)





3.
NNP

Rp.   85.000,-


Pajak Tidak Langsung

Rp.     3.000,-
(-)





4.
NNI

Rp.   82.000,-



• Laba ditahan  
• PPh Persh.      
• Iuran Sosial 
Rp.    7.500,-
Rp.    2.500,-
Rp.    1.000,-


+








Rp.  11.000,-
(-)




5.
PI

RP.  71.000,-


Pajak Langsung

RP.    5.000,-
(-)





6.
DI

RP.  66.000,-


Konsumsi

RP.  47.000,-
(-)

Tabungan

RP.  19.000,-


                      




Sumber :Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Wednesday, 2 September 2015

manfaat mempelajari ilmu ekonomi

Mungkin setiap orang ketika mengeyam pendidikan formal disekolah menengah atas (SMA) pastilah dalam seminggu mereka bertemu dengan mata pelajaran Ekonomi. yaps betul, karena ilmu Ekonomi kini telah menjadi pelajaran yang wajib dipelajari apalagi dilembaga pendidikan formal. namun yang menjadi masalah ialah bahwa kebanyakan orang tidak mengetahui apa fungsi/manfaat dari mempelajari ilmu tersebut. Baiklah para pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang manfaat dari memperlajari ilmu ekonomi. check this out!!


manfaat mempelajari ilmu ekonomi. bidiwork.blogspot.com


Manfaat dari mempelajari ilmu ekonomi adalah :

1. Mempelajari cara berfikir

Sepertinya mungkin alasan yang paling penting untuk mempelajari ilmu ekonomi adalah mempelajari cara berfikir, mengapa demikian ? karena cara yang bagus untuk melakukan pendekatan pada ilmu ekonomi adalah memahami 3 konsep yang mendasar (fundamental) dalam ekonomi yaitu : biaya oportunitas, marjinalisme dan pasar yang efisien.


Studi ilmu ekonomi mengajarkan kita cara berfikir dan membantu kita mengambil keputusan


2. Memahami masyarakat 

Alasan lain mempelajari ilmu ekonomi adah untuk memahami masyarakat  dengan lebih baik . mengapa demikian ? karena keputusan yang dilakukan masa lalu dan saat ini memiliki banyak pengaruh terhadap karakter kehidupan suatu masyarakat . jika kita perhatikan baik baik kebnyakan kegiatan masyarakat pasti erat berhubungan dengan ekonomi . Di sekitar kita terlihat aktivitas seperti contohnya kegiatan diperkantoran orang–orang sibuk dengan pekerjaannya ada asam yang membumbung di pabrik-pabrik, ribuan penumpang keluar dari kereta api , bis dan mobil berseliweran dijalan truk–truk membawa barang ada juga wajah kemiskinan di kota . yang kita lihat sehari hari adalah jutaan keputusan ekonomi, orang orang memutuskan untuk membelanjakan uang untuk investasi atau membangun gedung dan pabrik , bisa juga untuk membangun jalan dan sebagainya.


Studi ilmu ekonomi adalah bagian terpenting dari studi tentang masyarakat


3. Memahami persoalan global 

Alasan ketiga mempelajari ilmu ekonomi adalah agar kita memahami persoalan global. Kalau kita sering membaca Koran dikolom utama surat kabar diisi dengan berita-berita ekonomi. Peristiwa internasional sering banyak memiliki konsekuensi ekonomi yang besar seperti fakta yang terjadi perang di Irak dan serangan di Venezuela tahun 2003 membuat psar minyak dunia mengalami gonjang-ganjing yang menyebabkan harga minyak naik  serta contoh fakta lainnya seperti penyebaran virus HIV dan AIDS yang cepat di afrika mengakibatkan konsekuensi ekonomi yang buruk bagi benua tersebut dan seluruh dunia.


Pemahaman ilmu ekonomi sangat penting dalam memahami persoalan global


4. membantu kita menyusun skala prioritas

Alasan keempat mempelajari ilmu ekonomi adalah agar kita berfikir kritis dan peka akan masalah sekitar sehingga menjadikan kita cekatan dalam menyusun skala prioritas dalam membangun ekonomi masyarakat dan mampu menyelesaikan masalah-masalah internasional 


Menjadikan kita berpikir kritis dan peka akan masalah sekitar sehingga cekatan dalam menyusun skala prioritas


sekian dulu nih pembahasan mengenai manfaat mempelajari ilmu ekonomi, semoga bermanfaat.



Thursday, 6 August 2015

opportunity cost (biaya peluang)

Pagi pembaca blog budiman, how are you today?
Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang opportunity cost atau biasa disebut dengan biaya peluang/biaya kesempatan. check this out!!

OPPORTUNITY COST  (biaya peluang) adalah biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa pilihan yang tersedia. Ketika seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya, maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi biaya peluang. Biaya peluang ini pada aktifitasnya akan mengorbankan salah satu hal yang dianggap penting diantara hal-hal yang paling penting lainnya.
sebagai contoh misal, ada seorang siswa bernama Ableh. ia mempunyai tabungan sebesar Rp.200.000. Ableh tersebut bingung ingin di belanjakan apa uang tabungannya tersebut. Apakah ingin dibelanjakan tinta printer (karena ia sedang membutuhkannya untuk tugas disekolahnya) , ataukah dibelikan baju kaos evinem (karena kaos berlabel evinem itu sekarang sedang trandy dimasyarakat dan ia ingin memilikinya). Tabungan Ableh pada 2 pilihan tersebutlah yang disebut dengan biaya peluang. yakni, Ableh harus mengorbankan salah satunya dari keduanya demi memenuhi kebutuhan yang memang lebih penting untuk dipergunakan olehnya.

nah sekian dulu nih pembahasan seputar biaya peluang (opportunity cost), semoga bermanfaat. dan apabila pembaca budiman menemukan kesalahan dari artikel diatas, penulis menerima kritik dan saran dari para pembaca. thanks for read guys..

Saturday, 25 July 2015

apa itu ilmu ekonomi?

pengertian ekonomi secara umum


Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.


pengertian ekonomi menurut para ahli

1.   Aristoteles
Aristoteles membedakan antara Oikonomos dan Chrematisti. Menurutnya Oikonomos adalah menyelediki peraturan rumah tangga, dan Chrematisti adalah mempelajari peraturan-peraturan tukar-menukar.  Pemikiran ini dapat disebut sebagai perintis jalan bagi berkembangnya teori ilmu ekonomi.

2.   Adam Smith
Menurut Adam Smith, ilmu ekonomi adalah :
“Ilmu kekayaan atau ilmu yang khusus mempelajari sarana-sarana kekayaan suatu bangsa dengan memusatkan perhatian secara khusus terhadap sebab-sebab material dari kemakmuran, seperti hasil-hasil industri, pertanian dan sebagainya”

3.   J.B. Say
Menurut J.B. Say, ilmu ekonomi adalah :
“suatu kajian tentang peraturan yang menentukan kekayaan”

4.   J.S. Mill
Menurut J.S. Mill ekonomi adalah :
“suatu ilmu yang berhubungan dengan pengeluaran hasil negara”

5.   David Ricardo
Menurut David Ricardo, ilmu ekonomi adalah :
“suatu kajian tentang hukum berbagai jenis golongan masyarakat”

6.   F.A. Walker
Menurut F.A. Walker, ilmu  ekonomi adalah :
“suatu cabang ilmu yang berhubungan dengan kekayaan”

7.   Von Neumann dan Morgenstern
Menurut Von Neumann dan Morgenstern, ilmu ekonomi adalah :
“disiplin ilmu yang sayang sekali bila tidak diperlakukan secara tidak ilmiah karena para tokoh terkemukanya sibuk mengurusi solusi-solusi untuk menghadapi masalah-masalah mendesak zaman itu”

8.   Samuekon
Menurut Samuekon, ilmu ekonomi adalah :
“sebuah studi yang menganalisis kerugian dan keuntungan meningkatkan pola-pola tertentu dalam pemakaian sumber daya”

9.   Ruenez
      Menurut Ruenez, ilmu ekonomi adalah :
“Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menghadapi kebutuhan-kebutuhannya dengan sarana-sarananya yang terbatas yang memmpunyai berbagai macam fungsi”

10.   Alfred Marshall
Menurut Alfred Marshall, ilmu ekonomi adalah :
“Ilmu yang mempelajari usaha-usaha individu dalam ikatan pekerjaan dalam kehidupannya sehari-hari. Ilmu ekonomi membahas kehidupan manusia yang berhubungan dengan bagaimana ia memperoleh pendapatan dan bagaimana pula ia mempergunakan pendapatan itu”

11. Paul A. Samuelson
Menurut Paul A. Samuelson, ilmu ekonomi adalah :
“studi mengenai bagaimana cara manusia dan masyarakat sampai pada pilihan (dengan atau tanpa uang) untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas yang dapat mempunyai kegunaan-kegunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai macam barang dan mendistribusikan untuk konsumsi baik sekarang maupun masa yang akan datang diantara berbgai orang dan golongan dalam masyarakat”
12. Alfred W. Stonier
Alfred W. Stonier membagi ilmu ekonomi menjadi 3 kelompok, yaitu :
  • ilmu ekonomi deskriptif
ilmu ekonomi mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
  • teori ekonomi
ilmu ekonomi memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.
  • ilmu ekonomi terapan
ilmu ekonomi mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.

13. Lipsey
Menurut Lipsey, ilmu ekonomi adalah :
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuha manusia yang tidak terbatas

14. Rostow
      Rostow membagi ekonomi dalam lima tahap pertumbuhan, yaitu :
  • masyarakat tradisional
  • prasyarat untuk tinggal landas
  • tinggal landas
  • dewasa (mastury)
  • masa konsumsi missal
15. Willian Beveridge
Menurut Willian Beveridge, ilmu ekonomi adalah :
“suatu kajian tentang cara manusia bekerjasama untuk mendapatkan keperluan material”
16. Louis Cantori,
Louis Cantori mendefinisikan ilmu ekonomi dari segi Islam, menurutnya ekonomi adalah :
"masalah menjamin berputarnya harta diantara manusia, sehingga manusia dapat memaksimalkan fungsi hidupnya sebagai hamba Allah untuk mencapai falah di dunia dan akherat (hereafter).

17. A. C. Pigou
Menurut A. C. pigou, ilmu ekonomi adalah :
“satu kajian untuk menambahkan jumlah pengeluaran untuk meningkatkan taraf hidup”

18. Edwin Cannan
Menurut Edwin Cannan, ilmu ekonomi adalah :
“suatu studi yg bertujuan untuk  menerangkan faktor-faktor umum yang menentukan kabajikan material”

19. M. Akram Khan
Menurut M. Akram Khan (pakar ekonomi Islam), ilmu ekonomi adalah :
“suatu ilmu yang bertujuan mempelajari kesejahteraan manusia (falah) yang dicapai dengan mengorganisir sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.”

20. Lionel Robbins
Menurut Lionel Robbins, ilmu ekonomi adalah :
“suatu ilmu yang mengkaji tingkah laku manusia yang berhubungan dengan kehendak mereka yang tidak terbatas dengan sumber-sumber terbatas dengan memaksimalkan kegunaan (utility)”